Taat Menghadapi Penderitaan Hidup

Dalam kondisi pandemi, hidup kita dipenuhi dengan penderitaan. Namun, di tengah penderitaan itu, Tuhan tetap memanggil kita untuk hidup lebih taat kepada-Nya. Penderitaan-penderitaan ini semakin bisa kita maknai saat kita bersama menggumuli masa-masa menjelang kesengasaraan Tuhan Yesus. Umat dipanggil untuk setia menghadapi penderitaan, kita perlu untuk melepaskan hal-hal yang kita inginkan dan melakukan apa yang Tuhan Yesus inginkan.

1. Penderitaan karena Ulah kita
Penderitaan ini dijelaskan melalui percakapan dua orang penjahat yang disalib di sebelah Yesus. seorang penjahat menghujat Yesus, dan seorang lainnya menegaskan bahwa penderitaan yang mereka alami adalah karena kejahatan mereka sendiri. Mereka melanggar hukum yang berlaku pada saat itu, maka mereka harus menanggung akibat dari apa yang mereka lakukan. Penderitaan yang pertama ini juga menjadi pengingat bagi kita, bahwa kita haruslah tetap waspada terhadap segala sesuatu yang kita lakukan. Kewaspadaan itu perlu kita lakukan supaya kita terhindar dari segala penderitaan oleh karena dosa yang kita lakukan.

2. Penderitaan karena Kehendak Bapa.
Penderitaan jenis kedua ini adalah penderitaan yang kita lihat dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus mengalami penderitaan bukan karena Dia melakukan dosa. PenderitaanNya adalah wujud kasih Allah kepada umat manusia. Kasih yang total. Tuhan Yesus sebagai Anak dengan penuh kesetiaan menjalani penderitaan di cambuk hingga disalibkan.

Tuhan Yesus taat menghadapi penderitaan karena Dia melakukan kehendak Bapa. Kita pun harus taat menghadapi penderitaan jika kita telah melakukan kesalahan, apalagi jika penderitaan yang kita alami adalah kehendak Allah dalam hidup kita.

Dalam penderitaan, iman kita diuji, apakah kita bersedia terus taat kepada Bapa?