Kebangkitan Kristus yang Memulihkan

Seorang ibu yang sudah menikah 20-an tahun ditinggal oleh suaminya. Orang yang selama hidupnya selalu menolongnya dan pendampingnya yang baik telah tiada. Belum lagi anak-anak yang bertumbuh dari remaja menuju ke usia pemuda dan dewasa namun masih belum mapan membuatnya semakin terbeban. Ibu ini, selama 3 tahun paska kematian suaminya secara rutin harus diopname di rumah sakit setiap kali menjelang peringatan hari ulang tahun suaminya. Kesedihan dan kehilangan ini sungguh membebaninya.

Demikian pula dengan kejadian-kejadian yang mencengangkan yang dialami oleh para murid Tuhan Yesus. Baru saja mereka mengarak-Nya bak raja yang akan menguasai bumi, kini mereka tahu bahwa Dia justru harus mati dengan mengenaskan. Belum lagi momen kebangkitan-Nya yang di luar nalar, serta juga kehadiran-Nya di tengah mereka yang ada di ruangan tertutup rapat. Tidak hanya mengalami kesedihan dan kehilangan, para murid juga mengalami keterkejutan atas hal-hal yang belum mampu mereka pahami saat itu.

Namun, Tuhan Yesus yang telah bangkit mengerti kondisi hidup para murid-Nya. Dia tahu bahwa mereka belum siap ditinggalkan-Nya. Oleh karena itu, Dia mendatangi mereka dan terus menemani serta meyakinkan mereka bahwa Dia sungguh bangkit. Kebangkitan-Nya inilah yang kemudian membawa perubahan dalam kehidupan para murid.

Melalui bacaan-bacaan Alkitab kita hari ini, kita bisa belajar 2 hal terkait dengan korelasi antara duka, kehilangan, dan kebangkitan Kristus:

1. Damai Sejahtera

Setiap kali Tuhan Yesus datang menjumpai para murid, Dia mengucapkan dan memberikan damai sejahtera bagi mereka (Yohanes 20:19,26). Setelah damai sejahtera diterima oleh para murid, Tuhan Yesus pun kemudian memperlihatkan dan membuktikan bahwa Diri-Nya benar- benar hidup dan bangkit.

Damai sejahtera yang telah diterima oleh para murid, termasuk Tomas, membuat mereka mampu menerima Firman yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. Damai sejahtera dari Tuhan Yesus seperti penghapus pinsil yang menghapus coretan-coretan dalam kertas hidup kita dan menggantinya dengan lembaran baru yang penuh harapan.

2. Kemerdekaan

Kebangkitan Kristus pada akhirnya membuat murid-murid Nya mendapatkan pemulihan. Mereka yang tadinya hidup dikuasai oleh keinginan duniawi, mereka yang dikuasai oleh ketakutan akan kematian, kini mereka menjadi orang-orang yang merdeka. Mereka tidak lagi takut kepada orang-orang yang menentang mereka. Bahkan Petrus dan para rasul yang lain berkata; “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kis.5:29). Mereka tak lagi tunduk kepada kuasa manapun selain dari pada kuasa Allah.

Kebangkitan Kristus telah memulihkan hidup para murid. Apakah kebangkitan-Nya juga memulihkan kita? Apakah kita merasakan damai sejahtera dan kemerdekaan bersama dalam kebangkitanNya? Tuhan memberkati.