Yesus Membawa Pertentangan

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut Anak Allah”. Perkataan ini seakan menjadi identitas orang Kristen yang dicontoh umat dari Tuhan Yesus. Bagaimana tidak? Ajaran yang begitu dikenal dari Tuhan Yesus adalah kasih. Oleh karena itu, sudah pasti orang Kristen haruslah menyebarkan kasih. Namun bagaimana dengan tema ibadah Minggu saat ini; “Yesus Membawa Pertentangan”? bukankah tema ini tidak sesuai dengan ‘jiwa’ kekristenan yang membawa damai, mengasihi, dan tidak membawa pertentangan namun justru membawa kerukunan?

Oleh karena itulah, ayat sumber perenungan kita pada saat ini menjadi ayat yang cukup sulit untuk dipahami. Kita diajak untuk menghadapi gambaran Yesus yang asing dan sulit untuk dicerna. Yesus digambarkan hadir juga mendatangkan pertentangan. Tuhan Yesus digambarkan akan datang untuk melemparkan api ke bumi. Kehadiran Tuhan Yesus bukanlah untuk mengacaukan situasi supaya terjadi kerusuhan dan permusuhan di dunia ini, bukan pula untuk memperlihatkan kekejaman-Nya dengan melemparkan api untuk membakar dunia ini. Dalam kehidupan masyarakat Yahudi, api adalah lambang penghakiman. Dengan demikian, kehadiran Tuhan Yesus adalah untuk membawa penghakiman. Hal ini juga merupakan pemahaman masyarakat Yahudi saat itu.

Dengan demikian, kita bisa memahami bahwa kehadiran Tuhan Yesus adalah untuk menunjukkan kuasa-Nya dan akan mengubah dunia ini sesuai dengan kuasa-Nya. Pertentangan yang dimaksudkan Tuhan Yesus tidak lain adalah untuk mengingatkan bahwa umat harus mengikuti kehendak – Nya, bukan kehendak pribadi atau juga keinginan duniawi.