Terus Belajar Bersama Sebagai Gereja

Pada saat ini kita bersama bersyukur untuk 34 tahun penyatuan GKI. Sebagai umat Allah yang bersekutu di GKI, sudahkah kita menerapkan apa yang Allah kehendaki dalam kehidupan kita? Sebagai sebuah organisasi, apakah GKI telah berhasil menjadi pelaku Firman Allah?

Menjadi sebuah gereja yang Allah kehendaki bukanlah perkara yang sederhana. Gereja tersebut harus mengenal dirinya dengan baik sekaligus mengenal Allah dengan baik. Pengenalan ini diperlukan agar gereja bisa menyadari apakah kehidupannya sudah sesuai dengan kehendak Allah, ataukah justru merupakan kehidupan yang bertentangan dengan kehendaknya.

Sebagai gereja Tuhan yang ada di dunia ini, tentunya yang Tuhan kehendaki adalah kita tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh ‘dunia’ ini. Dunia mengajarkan untuk berlomba mencari tempat-tempat terhormat. Namun, Tuhan mengajarkan agar kita justru memiliki kerendahan hati. Kita tahu jati diri kita dan tidak memandang diri kita lebih tinggi dari apapun, karena kita adalah ciptaan Allah.

Selain dipanggil untuk berkarya dalam kerendahan hati, GKI juga dipanggil untuk bersedia memperhatikan umat Allah, ciptaan Allah yang lain. Yang harus diperhatikan adalah mereka yang, bahkan, tidak mampu untuk menolong diri mereka sendiri, apalagi membalas pertolongan yang mereka dapatkan. Tuhan memanggil GKI untuk menjadi berkat.

Oleh karena itu, apakah yang bisa dilakukan oleh GKI? Sebagai persekutuan Kristus, GKI bisa memulai dari diri sendiri untuk saling menjadi teladan iman bagi gereja di sekitar dan bagi masyarakat di mana GKI berada. GKI juga bisa membuka mata dan telinga lebih lebar dan tajam lagi untuk mendengarkan kehendak Allah dan melakukannya.