Pertobatan Diri Membawa Sukacita Di Sorga

Dosa menjadi sebuah hal yang selalu menarik, banyak orang yang sudah tahu bahwa upah dosa adalah maut, namun dengan sengaja melakukannya demi kesenangan pribadi. Selain menarik dan mengundang untuk mencoba, dosa ternyata juga menarik untuk dibicarakan.

Membicarakan dosa orang lain menjadi hal yang seringkali dilakukan demi mendapatkan ‘kepuasan’. Selain mendapatkan kepuasan, dengan membicarakan dosa orang lain, banyak orang akhirnya justru terjebak menjadi hakim. Mereka begitu senang melihat orang jatuh ke dalam dosa dan (apalagi) menuai hukuman atas dosa yang telah mereka perbuat. Lebih lagi, mereka tidak akan senang jika seorang pendosa bertobat dan dengan berat hati tidak mau menerima ke dalam persekutuan.

Kondisi di atas sungguh berbeda dengan apa yang Tuhan Yesus sabdakan. Tuhan Yesus menekankan bahwa seharusnya semua orang bergembira saat ada sesamanya bertobat. Hal itu sama halnya dengan kegembiraan seorang gembala saat seekor anak domba yang hilang didapatkan kembali. Sorga bersukacita saat ada seorang umat manusia yang bertobat.

Tuhan Yesus memberi pesan bahwa hal terpenting adalah membawa orang berdosa kembali dalam pertobatan, bukan menertawakan, apalagi mengejeknya. Selain itu, Tuhan Yesus menyampaikan juga bahwa meskipun hanya seorang saja yang bertobat, Allah dan sorga bersukacita karenanya. Hal selanjutnya, untuk bisa membawa orang berdosa kembali dalam pertobatan, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayarkan.

Jika Allah dan sorga bersukacita saat ada pertobatan, semoga kita (sesama manusia) juga memiliki sukacita untuk membawa kembali orang berdosa dalam pertobatan. Tuhan memberkati kita