Mulai dari Perkara-perkara Kecil

Pada bacaan Injil, jelas dikatakan bagaimana ada seorang bendahara yang didapati oleh tuannya menghamburkan harta milik tuannya. Oleh karena tindakan jahatnya sudah ketahuan, maka ia akhirnya mencari cara agar tetap bisa hidup atau setidaknya punya harapan jika ia harus kehilangan pekerjaannya saat itu. Sebagai seorang bendahara, ia diberi hak untuk mendapatkan keuntungan dari dia bertransaksi dengan kliennya. Oleh karena itu, ia kembali melakukan transaksi dengan seakan-akan berbuat baik kepada kliennya, yaitu dengan memberikan potongan jumlah yang harus dibayarkan. Tentunya, potongan yang diberikan itu bukanlah dari uang yang seharusnya dibayarkan kepada tuannya, namun dari uang komisi baginya. Tindakan bendahara itu tentunya jadi sebuah kebaikan bagi kliennya, dan ini menjadi harapan bagi bendahara untuk bisa menuntut balas jika satu saat dia dipecat. Tindakan bendahara ini dipuji karena dia bertindak cerdik. Dia tidak menyayangkan harta benda yang tak seberapa untuk tetap memiliki pengharapan di masa lalu.

Dalam bacaan injil Lukas ditambahkan tentang kesetiaan pada perkara kecil. Harta dipandang sebagai perkara kecil. Harta tidaklah lebih berharga dibandingkan dengan masa depan. Melalui ini, Tuhan Yesus ingin menekankan bahwa kehidupan yang diberikan oleh Tuhan adalah harta yang tak ternilai. Jika hanya untuk menyelamatkan dirinya maka bendahara tadi rela merogoh koceknya dalam-dalam, lalu mengapa banyak orang justru rela meninggalkan Tuhan hanya untuk mendapatkan harta benda?

Bacaan Alkitab hari ini bukanlah bacaan Alkitab yang bisa dengan sekali duduk dipahami. Namun pesan dari bacaan Alkitab hari ini cukup jelas, Tuhan Yesus ingin agar kita tidak terjebak dalam kehidupan yang semata-mata hanya mengejar harta duniawi. Justru pakailah harta duniawi itu untuk meraih kehidupan, bukan hanya kehidupan di dunia ini, namun lebih lagi; kehidupan kekal bersama dengan Allah? Apakah kita sudah siap menggunakan harta kita untuk memuliakan Tuhan? Ataukah justru kita memuliakan Tuhan hanya untuk mendapatkan harta?