Menjadi Saksi Kemuliaan-Nya
Selama sebelas tahun perjalanan GKI Karawaci, jemaat telah melewati berbagai pergumulan. Namun di tengah setiap tantangan, penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti. Penyertaan itu bukan sekadar kisah masa lalu yang diceritakan oleh generasi terdahulu, melainkan pengalaman iman yang nyata dan terus dirasakan oleh seluruh jemaat dan simpatisan yang beribadah bersama di GKI Karawaci.
Pertumbuhan jemaat bukanlah hasil kecakapan manusia atau strategi semata. Pertumbuhan ini adalah tanda bahwa Allah hidup dan berkarya di tengah umat-Nya. Seperti ditegaskan dalam 2 Petrus 1:16–21, iman Kristen tidak berdiri di atas dongeng atau cerita buatan manusia, melainkan pada kesaksian yang benar dan firman Allah yang teguh.
Karena itu, GKI Karawaci terus berupaya meneguhkan Alkitab sebagai dasar iman dan kehidupan bergereja. Tanpa firman Tuhan, pelayanan mimbar, pengajaran, penggembalaan, dan seluruh karya pelayanan kehilangan arah dan makna. Firman Allah adalah pelita yang menerangi langkah gereja di setiap zaman.
Di tengah dunia yang terus berubah, nilai-nilai duniawi, filsafat manusia, dan perilaku yang menyimpang kerap menggoyahkan iman. Namun dengan berpegang teguh pada firman yang diilhamkan Allah, jemaat dimampukan untuk tetap berdiri kokoh.
Dengan dasar itulah, GKI Karawaci dipanggil untuk terus hidup dan melayani sebagai saksi kemuliaan-Nya—menyatakan karya Allah yang nyata di tengah dunia yang rapuh, melalui iman yang teguh dan kesaksian yang hidup.